Mengenal Lebih Dekat Sufi Wanita Pertama; Rabiah Al-Adawiyah

Sufi adalah istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf, atau sejenis aliran mistik dalam agama Islam. Tingkatan tasawwuf ini berbeda dengan ilmu syari'at/fiqih yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan manusia. Lebih tepatnya; menyerahkan diri, mengabdi, meng-hamba sepenuh hati pada Tuhan. 

Biasanya, sufi kebanyakan dari kaum laki-laki, karena lebih pantas dan lebih dari segalanya dibanding wanita. Sufi laki-laki yang terkenal seperti Al-Hallaj, Jalaluddin Rumi, Syekh Abdul Qadir Jaelani, Abu Nawas, Syekh Abul Hasan Asy Syadzili dan masih banyak lagi.
Foto via: mp3hitz.tk
Namun teori itu tak berlaku lagi ketika muncul seorang tokoh sufi berasal dari kaum wanita, dia bernama Siti Rabiatul Adawiyah. Lahir di Basra tahun 105 H dan meninggal pada tahun 185 H. 

Seorang Sufi yang alur kehidupannya sangat bertolak belakang dari wanita pada umumnya. Wanita yang mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk bermunajat pada Allah Swt. Dia jauh memandang hidup bukan semata-mata dalam bentuk keduniawian, bahkan sesuatu apapun yang dia punyai tak sebanding dengan cintanya pada Allah. 

Dia juga dikenal dengan sufi pertama yang memperkenalkan ajaran Mahabbah (cinta) Ilahi. Sebuah maqam yang dilalui seorang salik (penempuh jalan Ilahi) menuju Tuhannya. Seperti Jalaluddin Ar-Rumi melalui banyak syair cintanya pada TuhanNya.

Siti Rabiah Adawiyah pernah mengungakapkan syair yang begitu dalam, bukti penyerahan dirinya kepada Tuhannya. Berikut syairnya:

Jika aku menyembah-Mu karena takut api neraka-Mu, maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya. Tetapi jika aku menyembah-Mu karena kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”

الحب الذي لا تقيده رغبة سوى حب الله وحده

"Cinta yang murni yang bukan hanya terbatas oleh keinginan adalah cinta kepada Allah semata."


Sumber: http://dhinasawegotomo.blogspot.co.id/